Akhirnya Bertemu dengan Drupal
Work - Pertama kenal dengan CMS di kantor lama YLSA, kebetulan saat itu bos besar sedang getol-getolnya dengan term Komunitas.Mulailah kami berkenalan dengan PostNuke. Untuk menambah semangat kami belajar CMS ini, kemudian diadakan lomba membuat website dengan PostNuke. Lumayan dapat juara 1 (meski sebatas tingkat kantor doang) Hadiahnya ditraktir bos makan pizza sampai kenyang.
Tapi PostNuke dirasa kurang memadai, terutama karena loading Time-nya yang terkenal lambat, kurang fleksibel untuk di oprek, PostNuke memang akhirnya tenggelam dan semakin tidak populer.
Beruntung di Internet mulai berkembang CMS-CMS baru semacam Mambo, lalu ada Joomla dan Drupal. Diantara ketiganya memang memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Tapi diantar ketiganya, saya mulai tertarik dengan Drupal. Memang dibandingkan dengan Joomla atau Mambo, Drupal terbilang cukup sulit, membingungkan dan gak user friendly, apalagi untuk mereka yang masih awam dengan PHP dan MySQL. Tapi jika kita ingin membuat situs dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, Drupal bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai backend CMS-nya. Apalagi dengan adanya dukungan modul2 dan dokumentasi tambahan yang lengkap dan terus aktif dikembangkan plus semakin banyaknya bermunculan komunitas forum dimana kita bisa saling berbagi informasi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perbandingan antara joomla dan Drupal bisa dibaca di situs Forum Drupal Indonesia.
Drupal memiliki manajemen konten yang sangat baik hingga cocok dan tepat digunakan untuk situs2 yang mengandalkan konten sebagai nilai jual dan pengelompokan artikel yg komplek, seperti situs portal berita, artikel, knowledgebase, kolaborasi, dsb. Drupal menggunakan konsep taxonomy yg sangat flekzibel dan powerfull serta konsep node, dimana setiap node dapat berupa pages, stories, blog item, files, atau apapun yg berhubungan dgn konten itu sendiri.
hal itulah yang memudahkan kita dalam mengelola dan mengklasifikasi konten. Salah satu kelebihan utama drupal adalah penggunaan taxonomy yg fleksibel dan terintegrasi. Taxonomy sendiri adalah ilmu tentang klasifikasi, bahasa awamnya peng-kategorian. Salah satu point utama sebuah website yang bagus adalah klasifikasi content yang bagus, akurat dalam pencarian dan mudah dalam penyajian. melakukan hal tersebut menjadi sangat mudah dan tepat karena memang drupal didesain sebagai sebuah publishing system cms.
Secara umum, ada dua metode berbeda yang bisa kita gunakan salah satu atau semuanya. Metode pertama kita sebut saja metode hirarki dan metode kedua kita sebut metode asosiasi.
Metode hirarki atau disebut kategori, adalah metode klasifikasi content berdasarkan hirarki/level parent dan child. Metode kedua adalah metode asosiasi, atau disebut thesaurus/relasi. metode ini tidak menggunakan hirarki atau level parent/child. Semua content sejajar, dan hanya dihubungkan dengan relasi kemiripan. Disini terlihat bahwa suatu content bisa termasuk di satu atau lebih kemiripan/relasi yang saling berhubungan. Mungkin kita lebih mengenalnya dengan istilah tagging di sebuah content, atau referensi buku.
Supaya lebih afdol, selain memahami beberapa hal di atas, kita juga harus memahami struktur database Drupal, bagaimana relasi antar table dsb. Viva Drupal.
Sumber: Akhirnya Bertemu dengan Drupal - kristiannovianto.blogspot.com

0 comments: